News  

Inflasi September 2026 Capai 0,30 Persen, Harga Cabai dan Daging Ayam Jadi Pemicu

Harga Cabai

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,30 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada September 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu pemicunya, terutama cabai dan daging ayam ras.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu kelompok yang mendorong inflasi pada September 2026.

Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,88 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,26 persen.

Sejumlah komoditas pangan memberikan sumbangan cukup besar terhadap inflasi. Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil terbesar, yakni 0,08 persen, disusul cabai merah sebesar 0,06 persen.

Kemudian daging ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen, sedangkan beras sebesar 0,03 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Cabai merah andil inflasi 0,06 persen. Daging ayam ras andil inflasi 0,05 persen, beras dengan andil inflasi 0,03 persen,” papar Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Selain komoditas tersebut, telur ayam ras juga memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara ikan segar dan kangkung masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.

Produksi Cabai Menurun

Ateng menjelaskan terdapat sejumlah peristiwa yang memengaruhi perkembangan harga sepanjang September 2026.

Salah satunya adalah penurunan produksi komoditas hortikultura di sejumlah daerah sentra. Produksi cabai rawit tercatat mengalami penurunan di beberapa daerah, antara lain Garut, Temanggung, Bandung, Sampang, dan Magelang.

Sementara produksi cabai merah mengalami penurunan terutama di sejumlah daerah sentra seperti Bandung, Garut, dan Malang.

Kondisi tersebut kemudian turut memengaruhi ketersediaan dan harga komoditas cabai di pasar.

Faktor lain yang turut memengaruhi harga pangan adalah meningkatnya kebutuhan daging ayam ras selama September 2026.

Menurut Ateng, peningkatan kebutuhan tersebut antara lain berkaitan dengan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Pada saat yang sama, harga pakan ternak juga mengalami kenaikan.

Selain komoditas pangan, perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi juga menjadi salah satu catatan dalam perkembangan harga pada September 2026.

Sejumlah jenis BBM nonsubsidi mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tercatat naik sekitar 7 persen, Dexlite naik 20 persen, sedangkan Pertamina Dex naik sekitar 19 persen.

“Hal-hal ini perlu menjadi perhatian terkait dampaknya terhadap perubahan harga terutama komoditas pangan,” pungkas Ateng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *